Statistik

Ebook
GRATIS UNTUK ANDA
Silahkan masukkan data diri anda pada form
di bawah ini
Name:
Email:
"Cek Email anda, jika email konfirmasi tidak masuk ke inbox anda
silahkan cek di folder junk atau spam"
website
indonesiadalamsejarah.blogspot.com

Perjalanan Penjelajahan Samudera

Penjelajahan samudera oleh orang-orang Barat  yang dilakukan pada pertengahan abad ke -15. Penjelajahan samudera ini didorong oleh pernyataan ilmuwan yang bernama Copernicus dan Galelio yang menyatakan bahwa bumi itu bulat dan matahari sebagai pusat tata surya. Pernyataan di atas inilah yang mendorong banyak pelaut Spanyol dan Portugis untuk mengarungi samudera untuk mencari daerah baru.
Penjelajahan yang dilakukan oleh para pelaut Spanyol dan Portugis ini berkaitan dengan kondisi pada saat itu yang terjadi yaitu situasi perdagangan di Laut Tengah. Pada tahun 1453, Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Utsmani. Sehingga para pelaut Eropa tidak bisa melalui jalur perdagangan Laut Tengah. Dan mencari daerah baru untuk mendapatkan rempah-rempah yang akan dijual kembali di pasar Eropa.

Selain pelaut Spanyol dan Portugis, ada pula saudagar yang berasal dari Venesia, Italia yaitu Marcopolo yang mengadakan perjalanan ke Timur. Marcopolo dalam mengadakan penjelajahan samudera, ia pernah tinggal di Cina dan pernah pula menjabat sebagai gubernur Nanking. Perjalanan Marcopolo ke Cina melalui Bagdad, Persia, Tibet, dan akhirnya tiba di Cina.
Selain Marcopolo, ada pula penjelajah yang berasal dari Portugis yang bernama Bartholomeus Diaz de Novaez. Pada abad ke -15 pelaut-pelaut Portugis telah menjelajahi pantai Afrika Barat. Namun pada umumnya hanya smpai Tanjung Emas. Oleh karena itu Bartholomeus Diaz diutus oleh raja Portugis untuk membuat peta perjalanan menyusuri pantai Afrika Barat.
Setelah perjanjian Thordesills (1492) pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan Bartholomeus Diaz mencoba mencari jalan keluar untuk menemukan dunia timur (pusat rempah-rempah). Namun pelayaran Bartholomeus Diaz hanya sampai diujung Afrika Selatam (1496). Hal ini disebabkan oleh besarnya gelombang ombak samudera Hindia (Indonesia), sehingga kapal-kapal yang dibawa oleh Bartholomeus Diaz tidak berhasil melewatinya. Oleh Bartholomeus Diaz, tanjung itu diberi nama Tanjung Harapan Sekarang.
Setelah melihat keberhasilan pemetaan dan pejelajahan oleh para pelaut portigis, membuat menarik perhatian Spanyol untuk mengirimkan pelaut-pelautnya. Christophorus Colombus adalah salah satu seorang pelaut yang diutus oleh raja Spanyol untuk menjelajahi samudera. Colombus adalah berasal dari Italia dan sudah lama menetap di Spanyol. Sehingga dia juga mengabdi pada raja Spanyol. Ia mndapat dukungan dari ratu Isabela (Spanyol) untuk menjelajahi samudera dan berlayar ke arah barat Atlantik, karena ia telah sering menyusuri perairan tersebut, menuju Eropa utara, Eslandia, Azora, dan Madeira. Dan kemudian Colombus menemukan jalan ke benua Amerika, akan tetapi tidak pernah menginjakkan kakinya di benua tersebut. Ia hanya berhasil mencapai kepulauan Bahama, Cuba, Jamaica, dan Haiti di laut Karibia, Amerika Tengah. Yang berhasil menginjakkan kaki di Benua Amerika adalah Amerigo Vespuci.
Colombus setidak-tidaknya telah berhasil merintis jalan ke Hindia Timur melalui rute arah barat Atlantik yang sangat berbahaya. Dengan adanya rute peninggalan Colombus ini meyakinkan Magelhaens setelah adanya penjelajahan itu. Dengan pengetahuan yang diperolehnya tersebut, ia berkesimpulan bahwa di ujung selatan benua Amerika terdapat sebuah selat. Selat tersebut menghubungkan Lautan Atlantik dengan lautan di seberang benua Amerika.
Pada tanggal 10 Agustus 1519, Ferdinand Magelhaens memimpin lima awak kapal menuju benua Amerika. Dalam ekspedisinya, Magelhaens dibantu oleh Kapten Juan Sebastian del Cano dan seorang sastrawan dan sejarawan Italia yaitu Pigafetta. Ekspedisi inilah yang pertma kali berhasil mengelilingi bumi. Magelhaens mengawali penjelajahannya melewati pesisir barat benua Amerika, kemudian menelusuri ujung Amerika Selatan, dan memasuki selat yang menghububgkan samudera Atlantik dengan Laut Pasifik. Selat tersebut kemudian disebut dengan Selat Magelhaens.
Setelah Bartholomeus Diaz gagal  maka raja Portugis mengirim ekspedisinya di bawah pimpinan Vasco da Gama. Ekspedisi kali ini berhasil mendarat di Kalkuta (India) tahun 1497. Di daerah India ini berhasil mendapat rempahnya. Pada tahun 1511, dari India bangsa Portugis mengirim ekspedisinya di bawah Alfonso d’Albuquerque, mengikuti perjalanan para pedagang islam. Tahun 1511 Portugis berhaisl menduduki Malaka, pusat perdagangan islam di Asia Tenggara. Dari Malaka itu bangsa portugis melanjutkan pelayarannya ke arrah timur dengan tujuan untuk mendapatkan pusat rempah-rempah di maluku. Namun terjadi perselisihan dengan Spanyol dan lewat perjanjian Saragozza 1521 dapat diselesaikan. Portugis menuasai maluku dan Spanyol kembali ke Fillipina.
Bangsa Portugis menguasai jalur pelayaran perdagangan antara Hindia Timur (Indonesia Timur/Maluku) sampai Eropa selama hampir satu abad. Perdagangan rempah-rempah yang dilakukan oleh bangsa Portugis ini sangat besar pengaruhnya terhadap bangsa Belanda. Terlebih lagi setelah para pedagang Belanda tidak diperkenankan lagi untuk melakukan kegiatannya di Lisabon, Portugis maka para pedagang Belanda merasa kesuitan untuk mendapatkan rempah-rempah. Oleh karena itu, para pedagang Belanda berusaha mencari sendiri sumber rempah-rempah yang ada di dunia Timur.
Bangsa Belanda memulai pelayarannya, pad tahun 1596 dibawah pimpinan Cournnelis de Houtman, para pedagang bangsa Belanda tiba di Banten (Indonesia). Dari bandar banten pelaut Belanda melanjutkan pelayaran ke arah timur dan mereka kembali dengan membawa rempah-rempah dalam jumlah yang cukup banyak.
Sejak keberhasilannya itu, para pedagang Belanda semakin ramai datang ke Indonesia. Keadaan seperti ini telah menyebabkan timbulnya persaingan diantara para pedagang Belanda itu. Untuk mengatasi persaingan itu pemerintah Belanda yang diberi nama Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yaitu persekutuan dagang Hindia Timur. VOC berdiri tahun 1602 yang juga dikenal kompeni Belanda. Adaya VOC membuat Portugis semakin terdesak. Dan VOC semakin memonopoli perdagangan rempah-rempah dan mulai mempunyai hak-hak istimewa dengan menjajah secara tidak langsung.
Selain para pelaut yang telah disebutkan diatas masih banyak pula penjelajah-penjelajah Eropa yang mengadakan penjelajahan samudera diantaranya seperti Hernado Cortez ( 1485-1547 ), Pedro Alvares Cabral, Fransisco Pizarro (1475-1541 ) dan masih banyak lainnya yang dapat dilihat di Peta Penjelajahan Samudera.

0 comments:

Poskan Komentar