Terima kasih kepada pengunjung blog ini. Anda bebas mengcopy dan membagikan artikel di dalam blog ini. Tapi hanya ada satu pesan penulis untuk anda, Jangan lupa mencantumkan link artikel yang anda copy atau bagikan, karena itu merupakan apresiasi kepada penulis blog ini. Terima kasih.
Tampilkan postingan dengan label Perang Dunia 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang Dunia 2. Tampilkan semua postingan

Perang Dingin Part 2 (Zona Asia dan Afrika)


Sebelumnya saya sudah memposting kan artikel Perang Dingin Part 1, Sekarang bagian ke dua. Bersamaan dengan usaha mencegah ideologi komunis di Eropa, USA menjawab tantangan di tempat lain. Di Cina, USA cemas dengan keunggulan Mo Zedong dan partai komunisnya. Pasukan Mao akhirnya mengambil alih kekuasaan pada tahun 1949. dan akhirnya ia mengumumkan bahwa pemerintahn barunya mendukung Uni Soviet melawan kaum “Imperialisme” Amerika serikat melihat bahwa Komunis sudah tidak terkendali, paling tidak di Asia.

Perang Korea menimbulkan konflik senjata antara USA dan Cina. Pasukan Sekutu telah membagi Korea sepanjang garis 38 Lintang Utara setelah membebaskan dari Jepang di akhir PD II. Uni Soviet menerima penyerahan diri Jepang di sebelah utara garis 38 Lintang Utara. USA juga melakukan hal yang sama di bagian selatan. Pada bulan Juni 1950 tentara Korea Utara melewati garis lintang 38 LU dan menyerang ke selatan dan menyerbu Soul. Presiden Amerika Serikat melihat Korea Utara sebagai Spion Soviet dalam pertarungan global, beliau menyiapkan pasukan Amerika dan menujuk Jenderal Douglas McArthur ke Korea. Selain itu, Amerika berhasil membujuk PBB untuk mengeluarkan resolusi yang menyatakan bahwa Korea Utara adalah agresor.

Terjadi saling serang dalam perang tersebut. Pasukan USA dan Korea semakin terdesak hingga jauh ke selatan. Pendaratan pasukan Amphibi di pelabuhan kota Soul, mampu memukul mundur pasukan Korea Utara. Ketika perang mendekati perbatasan Cina, Cina turun tangan dengan mengirim pasukan di sepanjang sungai Yalu. Pasukan PBB dan Amerika terpukul mundur sekali lagi dalam pertempuran sengit dan kemudian bergerak surut ke garis 38 LU.

Pertarungan Perang Dingin juga terjadi di Timur Tengah. Wilayah yang secara strategis penting sebagai pemasok minyak ini terlihat rapuh pada tahun 1946. Ketika pasaukan Soviet tidak pergi dari Iran seperti janji semula, bahkan ketika pasukan Inggris dan Amerika sudah di tarik. USA mulai mendesak PBB untuk mengutuk adanya tentara Moskow. Ketika USA mengetahui tank-tank Soviet mulai masuk ke wilayah ini. Dihadapkan dengan tekad Amerika ini, soviet kemudian menarik pasukannya.

Dua tahun kemudian, USA mengakui secara resmi keberadaan negara baru Israel hanya 15 menit setelah diproklamasikan keputusan yang dibuat oleh Truman di atas penolakan keras dari Departemen Luar Negri. Sementara membina hubungan baik dengan Israel, USA juga masih bersahabat dengan negara-negara Arab yang menentang Israel

Perang Dingin Part 1 (Zona Eropa)

Perang Dingin adalah salah satu isu politik terpenting pada periode awal pasca perang. Perang ini muncul karena ketidaksepakatan yang berkepanjangan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.
Pasaca Perang Dunia II, rasa permusuhan timbul lagi. Amerika Serikat berharap bisa berbagi konsep kemerdekaan, persamaan dan demokrasi. Amerika Serikat menempatkan posisi berada dalam pendukung perdagangan bebas dan ingin menghapus hambatan dagang. Amerika Serikat melakukan itu semua untuk menciptakan pasar bagi industri dan pertanian Amerika. Pengurangan hambatan dagang diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam dan luar negeri. Dan mendukung stabilitas dengan teman dan sekutu Amerika.
Uni Soviet punya agenda sendiri, Rusia masih memegang teguh pemerintahan yang terpusat dan otokrasi. Selama perang ideologi Marxis-Leninis memang tidak terlihat, akan tetapi masih dijadikan panduan kebijakan Soviet. Uni-Soviet ingin segera bangkit dari kehancuran pasca perang dan melindungi diri dari konflik seperti itu.

Asal usul Perang Dingin
Perang Dingin berkembang saat perbedaan-perbedaan tentang bentuk dunia pasca perang telah menciptakan kecurigaan antara Amerika Serikat dengan Uni-Soviet. Konflik pertama dalam perang ini berkaitan dengan Polandia. Moskow ingin pemerintahan dibawah Soviet, sedangkan Amerika mengingankan pemerintahan yang independen dan representatif sesuai dengan model barat. Konfrensi Yalta pada bulan Februari 1945 menghasilkan kesepakatan yang salah satu isinya yaitu janji akan pemilu yang bebas di Polandia. Pertentangan kedua negara semakin runcing setelah diadakannya pertemuan antara Presiden Amerika dengan Mentri Luar Negeri yang kemudian berakhir dengan ketersinggungan menteri luar negeri Soviet.
Pasca bulan-bulan terakhir PD II, Soviet berhasil menduduki seluruh Eropa Tengah dan Timur. Moskow memberikan bantuan militer kepada partai-partai komunis untuk menghancurkan partai-partai demokratis di Eropa Timur. Dan puncaknya terjadi pada peristiwa kudeta di Cekoslowakia tahun 1948.
Pencegahan terhadap meluasnya pengaruh Uni Soviet menjadi kebijakan Amerika Serikat pada pasca perang. Penerapan penting pertama yaitu dengan doktrin pencegahan yang dilakukan di wilayah Timur Laut Tengah. Pencegahan juga membutuhkan bantuan ekonomi yang besar untuk membantu negara-negara Eropa Barat yang hancur akibat perang. Dengan jumlah negara yang begitu banyaknya di wilayah tersebut, Amerika Serikat khawatir bahwa partai komunis yang diarahkan ke Moskow akan mengambil keuntungan dari peran mereka semasa perang dengan Nazi dan memegang kendali pemerintahan. Pada tahun 1947 Marshall meminta negara-negara Eropa yang sedang bermasalah untuk membuat doktrin lain. Soviet juga ikut berpartisipasi dalam pertemuan pertama lalu memisahkan diri dan bukanya berbagi data ekonomi tentang sumber dan problem mereka. Selanjutnya Soviet menyerahkan kepada barat. Keenam belas negara menyodorkan permintaa bantuan yang totalnya sebesar $17 miliar untuk periode empat tahun. Bantuan ini dijuluki “Rencana Marshall” atau “Marshall Plan” dan secara luas dianggap sebagai salah satu usulan kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dianggap paling sukses dalam sejarah.
Pasca perang, Jerman dibagi menjadi zona pendukung Amerika Serikat, Soviet, Inggris dan Perancis. Ketika dunia barat mengumumkan niatnya untuk membentuk negara federal dari zona mereka sendiri, stalin melayangkan protes. Tanggal 23 Juni 1948, pasukan Soviet memblokade Berkin, menutup semua jalan dan akses rel dari barat.
Para pemimpin Amerika takut hillangnya Jerman sebagai awal kehilangan Eropa. Oleh sebab itu dalam serangkaian tindakan yang dikenal sebagai Angkutan Udara Jerman. Pesawat Amerika, Prancis dan inggris mengirim hampir 2.250.000 ton barang dan batu bara. Stalin mencabut blokade setelah 231 hari dan 277.264 penerbangan.
Dominasi Soviet di Eropa Timur mengkhawatirkan negara barat. USA memimpin usaha membuat persekutuan angkatan bersenjata agar langkah pencegahan yang sebelumnya mengandalkan usaha ekonomi makin lengkap. Pada tahun 1949, USA dan 11 negara lain membentuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara  ( North Antlatic Treaty Organization, NATO ).

TORA-TORA

Tora merupakan tanda isyarat bagi Jepang untuk melakukan penyerangan dan secara teliti menggambarkan kembali serangan atas Pearl Harbour dan peristiwa-peristiwa yang mendahuluinya. Pada awalnya sangat jelas sekali posisi dari Amerika dan Jepang. Imperialisme Jepang memutuskan untuk memulai penyerangan. Para petinggi U.S mengabaikan kemungkinan tersebut. Pesan-pesan dari Jepang yang dicegat memperingatkan hal tersebut tetapi tidak pernah sampai ke meja FDR, radar pengintaian diabaikan. Sekitar Pk. 08.10 kapal perang SS Arizona meledak dihantam bom tembus baja seberat 3,8 ton yang jatuh di geladak kapal. Kurang dari sembilan menit meledak dan menewaskan seluruh awaknya yang berjumlah 1.177 awak.kapal perang SS Oklahoma terguling dihantam beberapa torpedo. Kapal perang SS California dan SS West Virginia tenggelam dalam posisi terambat. Kapal latih SS Utah terbalik dengan 50 ABK-nya. Kapal SS Maryland, SS Pennsylvania dan SS Tennesee mengalami kerusakan berat. Kapal SS Nevada yang sempat menghindar keluar dan mendapat  beberapa kali hantaman dan terpaksa menepi.

PENGEBOMAN PEARL HARBOUR

Dengan pengeboman Pearl Harbour oleh Jepang, membawa Amerika kepada perang dunia ke II di daerah pasifik. Pengeboman ini dilakukan pada tanggal 8 desember 1941. kala itu angkatan laut Jepang menyerang markas AL Amerika secara tiba-tiba di Hawai. Dampak serangan ini rusak dan tenggelamnya kurang lebih 20 buah kapal tempur Amerika, 188 pesawat terbang rusak dan 2.403 korban jiwa. Dipihak Jepang hanya kehilangan 55 buah pesawat tempur dari 441 pesawat yang dipakai.
Pada 26 November 1941 angkatan yang terdiri atas enam kapal induk diperintah oleh wakil laksamana Chaichi Naguma. Jepang meninggalkan Teluk Hitokappu di Kepulauan Kuril dan meuju Pearl Habour tanpa melakukan hubungan radio langsung. Pada tanggal 7 Desember 1941, kapal terbang angkatan tersebut mengebom semua pangkalan militer Amerika Serikat di Kepulauan Hawai. Hampir semua kapal terbang Amerika Serikat dimusnahkan di atas tanah, hanya beberapa pejuang berhasil lolos dan bertempur. 12 kapal perang dan kapal lain ditenggelamkan atau rusak, 188 kapal terbang dimusnahkan, 155 telah rusak dan 2.403 orang Amerika kehilangan nyawanya. Kapal perang SS Arizona diledakkan dan tenggelam menyebabkan 1.100 orang kehilangan nyawa.

HIROSHIMA DAN NAGASAKI

Sejak tahun 1945 terjadi kekacauan dunia dengan adanya perang. Diantaranya adalah perang Pasifik yang menyebabkan banyaknya korban jiwa antara pihak Amerika dan Jepang, korban pihak Amerika sekitar 899.000 jiwa dan pada pihak Jepang sebanyak 1.100.000 jiwa. Di Amerika pada saat itu terjadi pergantian Presiden yang awalnya dijabat oleh F. D. Roosevelt digantikan oleh S. Thurman. Presiden Roosevelt digantikan karena beliau meninggal karena pendarahan otak.
Pertempuran Okinawa disebabkan karena Jepang menyerang Angkatan Laut Amerika di sekitar wilayah perairan Jepang. Pertempuran menelan banyak korban dari pihak Amerika sendiri sebanyak 79.000 jiwa, Jepang sebanyak 131.000 jiwa dan rakyat sipil sebanyak 150.000 jiwa. Akibat dari perang Okinawa tersebut, Amerika menciptakan senjata Pemusnah Massal yaitu tiga buah bom Uranium. Tetapi presiden Amerika Serikat yang baru yaitu S. Thurman masih ragu untuk memberikan izin penggunaan senjata dahsyat tersebut dengan alasan takut melanggar perjanjian Jenewa. Pendapat presiden tersebut bertolak belakang dengan pendapat pejabat Militer Amerika yang setuju dengan penggunaan bom tersebut, dengan alasan dapat mengakhiri perrang yang telah berlangsung sangat lama.
Pada tanggal 19 Mei 1945 Jerman dikalahkan oleh Amerika di Eropa, dengan kemenangan ini membuat Amerika berusaha mengintimidasi Jepang agar segera menyerah tanpa syarat. Hal tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak Jepang sehingga membuat Amerika kesal dan melancarkan serangan terhadap Jepang secara terus menerus. Salah satunya adalah kehancuran Tokyo, kehancuran tersebut dilihat oleh Kaisar Hirohito. Banyaknya korban dan kerusakan yang diakibatkan oleh serangan Amerika tersebut membuat beliau menginginkan perang segera berkahir.
Di pihak Amerika, pemerintah mengumpulkan para Ilmuwan dan Pejabat Tinggi negara untuk mendiskusikan apakah seharusnya bom tersebut digunakan atau tidak. Akhirnya penggunaan senjata Pemusnah Massal tersebut disyahkan dengan tujuan menyerang instalasi militer dan wilayah pemukiman penduduk Jepang. Setelah disyahkan timbul pertanyaan baru “Dimanakah lokasi bom tersebut akan dijatuhkan ?” Dan dipilihlah kota Hiroshima karena kota tersebut dianggap kota penting oleh Jepang.

Ebook
GRATIS UNTUK ANDA
Silahkan masukkan data diri anda pada form
di bawah ini
Name:
Email:
"Cek Email anda, jika email konfirmasi tidak masuk ke inbox anda
silahkan cek di folder junk atau spam"
website
indonesiadalamsejarah.blogspot.com