Statistik

Ebook
GRATIS UNTUK ANDA
Silahkan masukkan data diri anda pada form
di bawah ini
Name:
Email:
"Cek Email anda, jika email konfirmasi tidak masuk ke inbox anda
silahkan cek di folder junk atau spam"
website
indonesiadalamsejarah.blogspot.com

HIROSHIMA DAN NAGASAKI

Sejak tahun 1945 terjadi kekacauan dunia dengan adanya perang. Diantaranya adalah perang Pasifik yang menyebabkan banyaknya korban jiwa antara pihak Amerika dan Jepang, korban pihak Amerika sekitar 899.000 jiwa dan pada pihak Jepang sebanyak 1.100.000 jiwa. Di Amerika pada saat itu terjadi pergantian Presiden yang awalnya dijabat oleh F. D. Roosevelt digantikan oleh S. Thurman. Presiden Roosevelt digantikan karena beliau meninggal karena pendarahan otak.
Pertempuran Okinawa disebabkan karena Jepang menyerang Angkatan Laut Amerika di sekitar wilayah perairan Jepang. Pertempuran menelan banyak korban dari pihak Amerika sendiri sebanyak 79.000 jiwa, Jepang sebanyak 131.000 jiwa dan rakyat sipil sebanyak 150.000 jiwa. Akibat dari perang Okinawa tersebut, Amerika menciptakan senjata Pemusnah Massal yaitu tiga buah bom Uranium. Tetapi presiden Amerika Serikat yang baru yaitu S. Thurman masih ragu untuk memberikan izin penggunaan senjata dahsyat tersebut dengan alasan takut melanggar perjanjian Jenewa. Pendapat presiden tersebut bertolak belakang dengan pendapat pejabat Militer Amerika yang setuju dengan penggunaan bom tersebut, dengan alasan dapat mengakhiri perrang yang telah berlangsung sangat lama.
Pada tanggal 19 Mei 1945 Jerman dikalahkan oleh Amerika di Eropa, dengan kemenangan ini membuat Amerika berusaha mengintimidasi Jepang agar segera menyerah tanpa syarat. Hal tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak Jepang sehingga membuat Amerika kesal dan melancarkan serangan terhadap Jepang secara terus menerus. Salah satunya adalah kehancuran Tokyo, kehancuran tersebut dilihat oleh Kaisar Hirohito. Banyaknya korban dan kerusakan yang diakibatkan oleh serangan Amerika tersebut membuat beliau menginginkan perang segera berkahir.
Di pihak Amerika, pemerintah mengumpulkan para Ilmuwan dan Pejabat Tinggi negara untuk mendiskusikan apakah seharusnya bom tersebut digunakan atau tidak. Akhirnya penggunaan senjata Pemusnah Massal tersebut disyahkan dengan tujuan menyerang instalasi militer dan wilayah pemukiman penduduk Jepang. Setelah disyahkan timbul pertanyaan baru “Dimanakah lokasi bom tersebut akan dijatuhkan ?” Dan dipilihlah kota Hiroshima karena kota tersebut dianggap kota penting oleh Jepang.


Para ilmuwan Amerika tersebut membuat tiga buah bom, dengan sandi “Manhattan Project” atas usulan Mayjend. Manhattan. Sebelum digunakan untuk menghancurkan Jepang, bom tersebut diuji cobakan serta ternyata hasilnya lebih dahsyat dan diluar dugaan. Dengan hasil uji coba tersebut Rusia berusaha membujuk Jepang agar berdamai dengan Amerika. Tetapi pihak Jepang sendiri tidak mau berdamai dengan Amerika, pernyataan Jepang tersebut membuat Amerika semakin serius untuk menyiapkan serangan terhadap Jepang.
Pada tanggal 6 Agustus 1945 senjata pemusnah massal tersebut dijatuhkan di atas kota Hiroshima, dan membuat kota tersebut hancur berantakan. Keberhasilan tersebut dianggap oleh pihak Amerika sebagai akhir peperangan. Setelah masalah Hirosima, Rusia mencuri kesempatan untuk menyerang Manchuria yang dikuasai oleh Jepang dan serangan tersebut berhasil sehingga Manchuria jatuh ke tangan Rusia. Peghancuran kota Hiroshima oleh pihak Amerika tidak membuat Jepang menyerah. Akhirnya pihak Amerika menjatuhkan senjata pemusnah massal terakhirnya ke Jepang, kali ini dijatuhkan di atas kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.
Pada pemboman yang ke-dua tersebut tidak membuat petinggi Jepang menyerah, khususnya Jendral Anamy. Mereka ingin terus melawan Amerika dengan alasan itu adalah bom terakhir yang dimiliki oleh Amerika. Tetapi alasan Jendral tersebut ditolak oleh sang Kaisar, kaisar mempunyai alasan sendiri. Kaisar takut akan jatuh korban yang lebih banyal lagi dari pihak rakyat sipil. Akhirnya Jepang menyerah kepada Sekutu. Merasa dirinya gagal dan tidak bisa memberikan kemenangan bagi Jepang, Jendral Anamy lebih memilih mati secara terhormat dari pada menjadi tawanan musuh. Akhirnya, Jendral Anamy melakukan tradisi bunuh diri Jepang yaitu Haragiri.

0 comments:

Poskan Komentar