Terima kasih kepada pengunjung blog ini. Anda bebas mengcopy dan membagikan artikel di dalam blog ini. Tapi hanya ada satu pesan penulis untuk anda, Jangan lupa mencantumkan link artikel yang anda copy atau bagikan, karena itu merupakan apresiasi kepada penulis blog ini. Terima kasih.

Gerakan Reformasi di Eropa Barat dan Pertumbuhan Kapitalisme

Pembahasan tentang sejarah perkembangan kapitalisme tidak dapat dilepaskan dari pembahasan tentang sejarah perkembangan tatanan masyarakat di Eropa Barat.
Tumbuh dan berkembangannya apa yang di dalam konteks hubungan internasional disebut sebagai masyarakat internasional juga berawal dari Eropa. Masyarakat internasional yang dimaksud disini adalah masyarakat yang anggotanya terdiri dari negara-negara. Secara yuridis formal titik awal lahirnya masyarakat internasional yang juga merupakan titik awal masyarakat internasional yang juga merupakan titik awal lahirnya negara nasional adalah saat ditandatanganinya Perjanjian West Phalia pada tahun 1648. dalam konteks hubungan internasional perjanjian west phalia mempunyai peran sebagai berikut! 

Pertama, ini mengakhiri kekuasaan imperium Romawi atas negara-negara di Eropa. Negara-negara yang sebelumnya menjadi bagian imperium kerajaan Romawi lebih dari tiga ratus negara dengan resmi menyatakan diri memiliki hak untuk mengadakan persekutuan dengan negara lain. Dengan demikian, bekas negara jajahan imperium Romawi ini menjadi meningkat kedudukannya sebagai pribadi internasional yang memiliki kekuasaan tertinggi atas wilayahnya (supremasi territorial);
Kedua, sebagai dampak dari lepasnya mereka dari kekuasaan imperium Romawi, hubungan antar negara mulai dilepaskan dari pengaruh gereja
Ketiga, meletakkan dasar-dasar eksistensi masyarakat internasional, yaitu bahwa ; (a) setiap negara di dalam batas-batas wilayahnya mempunyai kekuasaan ekslusif (supremasi territorial); (b) tidak ada lagi kekuasaan yang bersifat supranasional yang bisa memaksakan kehendaknya kepada negara. Ketika negara-negara itu baru lahir, hubungan antara anggota masyarakat di dalam negara ataupun hubungan antar negara masih didominasi oleh pengaruh hukum gereja yang telah berlaku selama berabad-abad. System perekonomian yang hidup dalam masyarakatnya merupakan system ekonomi berkala kecil, yang masyarakatnya merupakan masyarakat tradisional yang bersfiat siklis, dimana kehidupan sosial ekonominya berputar-putar pada lokasi setempat.

Keadaan kemudian berubah ketika gelombang industrialisasi melanda negara-negara Eropa Barat. Dalam masyarakat tradisional tersebut perubahan, dimana system ekonomi berskala kecil mulai diguncang oleh adanya industrialisasi sebagai system ekonomi berskala besar. Sebenarnya, industrialisasi itu muncul karena pengaruh zaman Renaisan yang melanda Eropa pada abad kelima belas. Sebagaimana diketahui, dalam perkembangan tatanan masyarakat di Eropa ada pembagian tahap-tahap perkembangan tatanan sosial yang meliputi;

- Zaman Kekaisaran Romawi, dari tahun 27 M hingga tahun 476 Masehi
- Abad Pertengahan, dari tahun 476 hingga 1492
- Zaman Renaisen dari tahun 1493 – 1650
- Zaman Aufklarung (Abad Pencerahan atau Era Rasionalisme) dari tahun 1650 hingga awal 1800-an
- Abad XIX (Modern)

Masing-masing tahap itu ditandai oleh tatanan sosial yang merefleksikan perkembangan pemikiran manusia pada zaman yang bersangkutan. Dalam pandangan penulis, munculnya kapitalisme berhubungan erat dengan perkembangan pemikiran dan tatanan social yang dimulai dari Zaman Renaisan.

Dalam prakteknya, paham kapitalisme telah mendorong dan mengharuskan adanya ekspansi ke luar dalam bentuk penguasaan pasar, sumber pasokan bahan baku dan tenaga kerja semurah mungkin. Perebutan dan penguasaan pasar, sumber pasokan bahan baku dan tenaga kerja pada hakekatnya bertujuan untuk menjamin keberlangsungan penumpukan modal negara asalnya. Proses inilah yang kemudian melahirkan sejarah penaklukan (imperialisme) dan penjajahan (kolonialisme).

Era imperialisme dan kapitalisme berlangsung pada abad ke-18 dan ke-19 tetapi pada pertengahan abad ke-20 praktek imperealisme dan kolonialisme secara fisik sudah relatif hilang, karena setelah Perang Dunia Kedua, mulailah negara-negara jajahan membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Mulai pertengahan abad ke-20 secara perlahan tapi pasti muncullah imperialisme bentuk baru yang dikenal dengan sebutan neo-liberalisme. Berbeda dengan imperialisme lama, dalam bentuknya yang baru kekuatan militer bukan menjadi andalan utama dalam penaklukan negara bekas jajahan pasca kolonial. Kekuatan yang menjadi andalan utama sekarang adalah daya saing dalam sebuah system yang mengunggulkan perdagangan bebas.

0 comments:

Posting Komentar

Ebook
GRATIS UNTUK ANDA
Silahkan masukkan data diri anda pada form
di bawah ini
Name:
Email:
"Cek Email anda, jika email konfirmasi tidak masuk ke inbox anda
silahkan cek di folder junk atau spam"
website
indonesiadalamsejarah.blogspot.com